Posted on Leave a comment

Berapa nisab zakat biji dan buah-buahan?

Berzakat.id – Yang dimaksud dengan biji dan buah-buahan adalah hasil pertanian dari bumi. Biji disini adalah biji yang mengeyangkan seperti beras, jagung dan gandum. Sedangkan buah-buahan yang wajib terkena zakat jika mencapai nisab hanya buah anggur dan buah kurma. Selain kedua buah tersebut, tidak perlu dikeluarkan zakat.

Meski keduanya memiliki perbedaan syarat wajib zakat, namun biji yang mengenyangkan dan buah-buahan memiliki nisab zakat yang sama, yakni 300 sa’ (kurang lebih 930 liter) dalam keadaan bersih dari kulitnya.

Rasulullah bersabda:
“Tidak ada sedekah (zakat) pada biji dan buah-buahan sehingga mencapai lima wasaq” (Riwayat muslim)

“Dari Abu Sa’id. Sesungguhnya Nabi SAW. berkata, “Satu wasaq enam puluh sa” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari penjelasan kedua hadits diatas, kita dapat menghitung nilai nisab seperti dibawah ini:
1 wasaq = 60 sa’
5 wasaq = 5 x 60 sa’ = 300 sa’
1 sa’ = 3,1 liter (berdasarkan kamus Arabic English Lexicon)
Jadi, 300 x 3,1 = 930 liter
Maka, nisab zakat biji yang mengenyangkan dan buah-buahan adalah 930 liter tanpa kulitnya.

Yang perlu diketahui adalah beda cara merawatnya beda pula besar zakatnya. Nisab untuk biji dan buah yang diairi dengan air sungai atau air hujan adalah 10%. Sedangkan nisab untuk biji dan buah yang diairi dengan air kincir yang ditarik oleh binatang, atau disiram dengan alat yang memakai biaya, maka zakatnya adalah 5%.

Bagaimana jika jumlah biji dan buah melebihi 930 liter?

Jika jumlahnya melebihi nisab, maka zakat yang dikeluarkan dihitung sesuai dengan perbandingan diatas, yakni 10% atau 5% dari jumlahnya secara keseluruhan.

Zakat biji dan buah ini tidak mempunyai syarat harus dimiliki selama setahun penuh, jika setelah panen dan dikumpulkan jumlahnya melebihi nisab maka wajib langsung dikeluarkan zakatnya secara tunai .

Wallahua’lam bi shawab

Disadur dari buku Fiqh Islam karya H. Sulaiman Rasjid