Setiap insan itu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Sifat tersebut pun kadangkala bisa berubah-ubah setiap waktu. Begitu pula dengan hati nurani. Kadang hati ini bisa menjadi sehat dan kadang sakit.

“...Dan mereka (orang-orang) yang terdapat penyakit di dalam hati-nya berkata, ‘Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya” (QS. Al Anfal 49).

Hati ini juga kadang lunak dan kadang kala bisa keras. “Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi” (QS. Al Baqarah 74).

Begitu juga dengan hati ini bisa bersinar dan bisa juga gelap. Hati merupakan bagian diri manusia yang paling mulia. Jika baik amalan hati, maka baiklah semua amalan lainnya. Begitu pula sebaliknya, demikian Nabi Muhammad saw. berpesan. Hati yang keras akan sulit menerima hidayah dan kebaikan. “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” (QS. Az Zumar 22).

Berikut tanda-tanda kerasnya hati:

• Bermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan suatu kemaksiatan.

• Tidak merasa takut akan janji dan ancaman Allah.

• Tidak terpengaruh hatinya dengan ayat-ayat Al Quran yang dibacakan.

• Tidak tenang hatinya dan selalu merasa gundah.

• Bertambahnya kemaksiatan yang dilakukannya.

• Tidak mengenal atau tidak membedakan perbuatan ma’ruf dan munkar.

Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim kita harus mengetahui perkara yang menyebabkan kerasnya hati. Apa saja?

Berikut ini sekilas penyebabnya yang diolah dari berbagai sumber:

1. Banyak tertawa atau bercanda berlebihan

“Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” Demikian pesan Nabi SAW. Sementara itu, Rasulullah sendiri memiliki kebiasaan tersenyum bukan tertawa.

2. Terlalu banyak makan

Ketika seseorang banyak makan, maka orang tersebut sudah mengikuti hawa nafsu perutnya. Selain dapat membuat hati menjadi keras, terlalu banyak makan juga bisa membuat orang malas dan mudah terkena penyakit. Nabi saw. bersabda, “Tidak ada wadah paling buruk yang diisi manusia selain perutnya, cukuplah seorang anak Adam makan beberapa suap makanan saja yang dapat mengokohkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya maka hendaknya ia memberikan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (HR. At Tirmidzi).

3. Bicara berlebihan

Lidah merupakan salah satu perwujudan suara hati. Rasulullah SAW. bersabda, “Tidak akan lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya” (HR. Ahmad).

4. Banyak dosa dan maksiat

Allah Swt. berfirman, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka,” (QS. Al Muthoffifin 14). Nabi SAW. mengomentari ayat ini, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertobat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan Ar Raan yang Allah sebutkan (dalam ayat 14 surat Al Muthoffifin, Red.)”(HR Tirmidzi).

5. Teman yang Buruk

Sebagian ulama berkata, “Kerasnya hati karena empat hal : melampui batas (dalam) makan, tidur, bicara, dan pergaulan.” Maka Allah Swt. dan Rasulullah saw. telah memberi bimbingan agar hati ini menjadi lunak dan mudah menerima kebaikan. Berikut sekilas kiat-kiatnya :

a. Perbanyak membaca Al Quran dengan merenungi isinya

Nabi saw. bersabda, “Hati ini bisa berkarat seperti berkaratnya besi jika terkena air.” Lalu beliau ditanya: “Apa pembersihnya?” Beliau menjawab, “Banyak mengingat mati dan membaca Al Quran.”

b. Banyak berzikir

Allah berfirman, “Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang” (QS. Ar Ra’du 28). Zikir adalah suatu amalan yang mudah, cukup menggerakkan bibir saja. Lakukan sambil bekerja, beraktivitas, dalam perjalanan, saat terjebak kemacetan lalu lintas, di ruang tunggu, dll.

c. Bergaul dengan kawan yang baik agamanya

Konon Sunan Bonang mengajarkan syair Tombo Ati (Obat Hati) yang lima, salah satunya berkumpullah dengan orang shalih.

d. Menyayangi anak-anak

Menyayangi anak-anak dapat melembutkan hati, terutama anak yatim. Kita bisa mengajar anak-anak di TPQ atau sering-sering berkunjung ke panti asuhan untuk bercengkrama dengan mereka.

e. Berdoa Kepada Allah

Hanya Allah Swt. yang mampu membolak-balikkan hati. Maka berdoalah kepada Allah agar melembutkan hati kita. Nabi saw. juga mengajarkan doa Alloohumma innii a’uudzubika minal ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min da’watin laa yasma’u

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR. Muslim 4899).

*Sumber : Majalah al Falah Edisi 358 Januari 2018

RECENT ARTICLES