Berzakat.id – Sehat dambaan bagi setiap orang. Tua muda kaya miskin. Upaya apapun dilakukan agar sehat dan prima. Mulai minum suplemen, makan buah, olahraga dan semacamnya. Biaya bisa tidak sedikit. Tiap enam bulan general check up. Memastikan kondisi tubuh memang sehat dengan berbagai ukuran.

Sehat seperti apa yang diharapkan? Jika selalu dibalut kecemasan. Orang habis cek laboratorium tentang kondisi tubuhnya bukan untuk sekedar tahu malah jadi cemas. Was-was jika kurang angka sekian akan menjadi tidak sehat. Justru mulai was-was itu awal sebuah sakit.

Namun apakah kita tidak ingat? Jika sehat tidak saja dari fisik saja. Batin juga memberikan pengaruh. Kesehatan dari sisi batin dimulai dari peduli dengan sesama. Salah satu paling kongkrit dengan memberikan materi kepada orang lain.

Zaid adalah mantan anak angkat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Semenjak kecil, Zaid bin Haritsah berada dalam asuhan dan pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga tidak mengherankan jika murid rasul yang satu ini memiliki kehormatan yang tinggi. Gairah perjuangan dan kecintaannya kepada Islam tumbuh seiring dengan bertambahnya kedewasaan diri.

Saat mendengar ayat QS. Ali Imran ayat 92, ”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahui.”

Segera Zaid menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sambil membawa kuda tunggangannya yang amat dicintainya. Kuda kesayangan tersebut diberinya nama “Subul’.

Aku ingin mengamalkan ayat itu, ya Rasulullah! Inilah kuda tungganganku yang amat kusayangi sebagaimana engkau lihat. Terimalah ia sebagai sedekahku dan sudilah Engkau memberikannya kepada yang patut menerimanya, semoga diterima Allah.”

Kuda yang tangkas itu diterima Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau memandang wajah Zaid, tampak ia membayangkan kesedihan berpisah dengan kuda kesayangannya. Dengan keagungan pribadinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamkemudian menyuruh seseorang memanggil Usamah anak Zaid sendiri.

Setelah ia hadir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Kuda tunggangan yang manis ini telah diserahkan Zaid kepadaku. Aku telah menerimanya dan berhak menyerahkan kepada siapa saja yang aku kehendaki. Sekarang kuda ini aku serahkan kepadamu, Usamah!.”

Kondisi Zaid yang begitu semangat ingin mengamalkan ayat di atas. Semangat berbagi ini yang membuat tubuh lebih jernih. Mengingat tubuh ini 70% adalah cairan. Dan air berubah jernih jika ada hal-hal positif.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan bersedekah". Sehat dengan terbebas dari penyakit bisa juga dengan dihilangkan penyakit dalam tubuh.

Syaikh Al Albani pernah mengisahkan, jika salah satu jamaahnya mengalami sakit parah dan dokter sudah memvonis umur tidak panjang lagi. Ketika sedang belanja dan hendak masuk ke dalam mobil, dia melihat anak jalanan dan memanggilnya. Diberikan sebagian makanan yang barusan dibeli. Hari berikutnya dia pergi ke lab, dan dokter yang biasa memeriksanya

Ciri-ciri orang sehat seperti yang dikutip dari tempodotco ada tujuh yaitu rambut sehat dan tebal, kuku kuat, gigi dan gusi yang sehat, indeks masa tubuh yang seimbang, cukup tidur, punya banyak teman, pola makan sehat.

Dari ketujuh ciri tersebut yang faktor eksternal tubuh hanya punya banyak teman. Syarat punya banyak teman adalah banyak memberi. Jika tidak dikatakan sedekah.

Memberi tidak harus berupa materi. Sebuah senyuman dan pemberian tissu sudah termasuk. Hal-hal kecil kadang lebih berarti dalam pertemanan.

Orang disekitar merasa adanya kita begitu bermanfaat bagi mereka. Dan mereka secara normal akan memberikan kemanfaatan kepada kita. Minimal jika mereka belum bisa membalas maka kita bisa berpuas diri dengan memberi. Bisa mensyukuri dengan apa yang dimiliki.

Kontributor: Muslih Marju
Editor: Oki Aryono

RECENT ARTICLES